Opini  

Sri: Dari Nga’o Mea menjadi Nga’o Bangga Ngeri

Avatar photo
IMG 20241016 224541
Photo ilustrasi anak, dok: google

Oleh: Jhon Orlando

Nagekeo, “Nga’ó mea, taku we’e solo re one riwu rege” (Saya malu dan takut berbicara di depan orang banyak), demikian ungkap Sri dengan bahasa Rendu yang kental saat teman-temannya memilih dia menjadi ketua forum anak Desa Renduwawo. Forum anak yang terbentuk setahun lalu, di bulan juni, sebulan sebelum palu kepala desa mengetok meja pertemuan untuk menetapkan Peraturan Desa Renduwawo nomor 1 tahun 2023 tentang penyelengaraan perlindungan perempuan dan anak Desa Renduwawo.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Matanya tatap lurus menuju meja Kepala Desanya. Ia malu dan takut, sebuah perasaan alami manusia tetapi jauh dari pada itu ini tentang sebuah ruang dan kesempatan yang membuat mereka masih bisa percaya diri berdiri dihadapan teman-temannya untuk berbicara dan memimpin. Tapi, apakah Sri sekarang tetap berucap dengan kalimat yang sama?

Nah, apa itu Forum anak desa? Forum anak desa itu ruang partisipasi anak. Kementerian Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) juga mendorong Forades sebagai wadah partisipasi anak, (Kompas 2021), mendorong keterlibatan Forum anak desa dalam proses pengambilan keputusan tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan anak. Ya, ini untuk semua anak di desa, anak-anak seperti Sri, yang menghabiskan masa-masa kecil di kampung terpencil dengan minimnya fasilitas dan akses. SD di kampung, SMP di Kampung, SMA pun ia habiskan di Kampung. SMKN 1 Aesesa Selatan tepatnya tempat sekarang ia menimba ilmu.