Salah satu siswa yang dahinya luka akibat akibat kejadian tersebut mengatakan bahwa ibu kepala sekolah suruh kami toki (benturkan-red) kepala di meja sebanyak 38 kali karena kami tidak bisa 38 profinsi.
“Saya dan teman-teman dipaksa membenturkan kepala di meja tulis. Ada beberapa siswa yang kepalanya mengeluarkan darah namun bukannya diobati tapi ibu Filsa menyuruh siswa pi (pergi-red) kasih tahu orang tua kamu bahwa saya tidak bisa menghafal 38 profinsi di indonesia makanya ibu kepala sekolah suruh kami ko toki (benturkan) kepala di meja”, ungkapnya meniru perkataan kepala sekolah.
Salah satu orang tua siswa yang yang tidak mau namanya di mediakan mengatakan bahwa saya sebagai orang tua siswa tidak keberatan kalau anak saya salah dan diberi sanksi.
“Saya tidak keberatan anak saya diberi sanksi, namun kalau hukuman yang diberikan dengan cara menyuruh anak saya benturkan kepalanya di meja sebanyak 38 kali, saya anggap bahwa itu hukuman yang tidak pantas dikenakan kepada siswa. Anak saya bisa saja mengalami ganguan mental dan fisik serta bisa saja terjadi ganguan jiwa”, tegasnya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
