“Kemudian yang mereka katakan bahwa saya menyuruh mereka untuk benturkan kepala mereka di meja sebanyak 38 kali itu tidak benar dan yang sebenarnya adalah 10 kali, itu pun mereka yang sepakati, bukan saya yang menyuruh mereka”, ujarnya.
“Saya tidak pernah menyuruh atau meminta mereka untuk benturkan kepala mereka di meja, dan kejadian hari kamis itu adalah yang pertama kali”, jelas Kepsek Filsa.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten TTS, Musa Benu yang di temui media ini di ruang kerjanya dan mengatakan bahwa persoalan ini baru kami ketahui.
“Saya akan mengutus teman-teman di bidang Sekolah dasar (SD) untuk turun ke SD Gemit Baob dan melakukan klarifikasi tentang persoalan ini”, tegas Musa
Lanjut Musa bahwa tentunya kami di kabupaten ada Satuan Tugas (Sat gas) pencegahan dan penanganan kekerasan di tingkat sekolah sehingga kami akan koordinasi agar kami turun sama-sama di SD Gemit Baob,
“kami akan ke sana dan berkoordinasi dengan Tim pencegahan dan penanganan kekerasan (TPPK) di SD Gemit Baob agar dapat menyelesaikan persoalan ini karena masalah ini sudah terjadi maka harus ada penyelesaiannya”, pungjas Kadis Musa.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
