Lebih lanjut, Japarmen menyampaikan bahwa meskipun memiliki peran penting dalam menggerakkan perekonomian daerah, kelompok pekerja informal juga merupakan segmen yang paling rentan terhadap berbagai risiko keuangan.
Kerentanan tersebut disebabkan oleh terbatasnya akses terhadap layanan keuangan formal serta rendahnya tingkat literasi keuangan yang pada akhirnya membuat kelompok ini lebih mudah terpapar praktik keuangan ilegal.
Wakil Bupati Sabu Raijua Thobias Uly dalam sambutannya menyambut baik dan mengapresiasi OJK atas penyelenggaraan kegiatan edukasi dimaksud.
“Saya mengapresiasi kegiatan yang diselenggarakan oleh OJK Provinsi NTT. Literasi dan inklusi keuangan tidak sekadar kegiatan simbolis, melainkan kebutuan mendesak bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat kita,” kata Thobias.
Kegiatan ini dihadiri oleh Pendeta GMIT Jemaat Yeruel Seba Kota Herlina Veronika Hae, Kepala Bagian Pembangunan dan Perekonomian sekaligus selaku Sekretariat TPAKD Kabupaten Sabu Raijua Jairus Lobo Huky, Wakil Pimpinan PT BPD NTT Cabang Sabu Virgiawan Pratama Manu dan Divisi Dana PT BPD NTT serta diikuti oleh 150 peserta pekerja informal di Sabu Raijua.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












