Sesilia menegaskan bahwa keterlambatan rujukan adalah akar dari tragedi ini. “Saat masih di puskesmas, bidan sempat mengatakan lebih baik dirujuk saja. Kami pun langsung setuju dan menandatangani surat persetujuan, yang penting cepat. Tapi lama sekali, mereka bilang tunggu dokter, tunggu kepala puskesmas. Jadi kami hanya menunggu. Satu malam satu hari baru dirujuk. Sampai Betun juga sudah malam. Akhirnya anak kami tidak tertolong,” ungkapnya.
Bayi malang tersebut telah dimakamkan oleh keluarga di rumah duka pada Senin (17/11/2025). Sementara itu, Adelia masih berjuang di ruang ICU RSUP Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang setelah dirujuk pada Senin malam.
Kasus ini semakin mempertegas dugaan adanya kelalaian sistemik dalam pelayanan Puskesmas Sarina, mulai dari ketiadaan dokter, ketidakhadiran Kepala Puskesmas, lambannya proses rujukan, hingga ketergantungan absolut pada keputusan pejabat yang tidak berada di tempat.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Puskesmas Sarina maupun Dinas Kesehatan Kabupaten Malaka belum memberikan pernyataan resmi terkait peristiwa tragis ini.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












