Korban Pengeroyokan Malah ditahan,GMNI TTS tuntut Kapolres di evaluasi dan Copot Kanit Pidum

Avatar photo
IMG 20261101 WA0012

SOE ,Flobamora-News.Com —Minggu 1 November 2026 ||  Slogan “PRESISI” (Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan) yang digembar-gemborkan institusi Kepolisian Republik Indonesia kembali menuai sorotan tajam. Alih-alih menjadi kompas moral dan profesionalisme, akronim tersebut dinilai hanya menjadi pajangan kosong dan jargon normatif belaka di wilayah hukum Polres Timor Tengah Selatan (TTS).

 

Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Ketua Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPC GMNI) Timor Tengah Selatan, Bensanu Asbanu, menegaskan bahwa apa yang terpampang di baliho-baliho kantor kepolisian berbanding terbalik dengan realitas empiris yang dirasakan masyarakat akar rumput di TTS.

 

“Hari ini kita melihat presisi di Polres TTS dan 14 polsek jajarannya lumpuh total. Slogan ‘PRESISI’ gagal diterjemahkan dalam deteksi dini potensi konflik sosial. Slogan ‘Responsibilitas’ mati suri ketika laporan masyarakat kerap jalan di tempat. Dan yang paling parah, ‘Transparansi Berkeadilan’ hanyalah ilusi yang memperlihatkan tumpulnya hukum ke atas dan tajamnya ke bawah,” ujar Bensanu Asbanu.