ASTEN BAIT: DESAK PEMERINTAH TTS PANGGIL KEPALA DESA SPAHA ATAS PEKERJAAN RABAT BETON TIDAK BERMUTU

Avatar photo
FB IMG 1765029185523

NTT, Flobamora-Nesw.Com , Sabtu 06 Desember 2025 – Aktivis muda Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Asten Bait, mengeluarkan Stetmen tegas kepada Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) agar segera memanggil Kepala Desa Spaha untuk mempertangungjawabkan pekerjaan rabat beton sepanjang 2 kilometer yang dikerjakan pada tahun 2025. Pekerjaan yang bersumber dari dana desa sebesar 425 juta rupiah tersebut dinyatakan tidak sesuai dengan spesifikasi teknis dan dianggap tidak bermutu.

Dalam keterangan yang disampaikan kepada media, Asten Bait menjelaskan bahwa pemeriksaan yang dilakukan oleh kelompok aktivis,warga lokal  dan media menunjukkan bahwa kualitas rabat beton tersebut jauh di bawah standar yang ditetapkan. “Banyak bagian rabat yang sudah hancur hanya dalam waktu beberapa bulan pasca selesainya pekerjaan, permukaan tidak rata, dan ketebalan beton tidak sesuai dengan rencana teknis yang telah disetujui,” ujarnya.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Lebih lanjut, aktivis yang juga merupakan penggagas gerakan anti-korupsi di wilayah TTS tersebut mengencam keras Kepala Desa Spaha, menyatakan bahwa tindakan tersebut termasuk dalam kategori korupsi. “Pekerjaan rabat yang asal jadi, tidak sesuai spesifikasi, dan tidak memiliki asas manfaat jelas merupakan bentuk pencurian terhadap uang rakyat. Dana 425 juta rupiah yang seharusnya digunakan untuk kesejahteraan warga malah terbuang sia-sia karena pekerjaan yang tidak layak,” tegasnya.

Asten Bait juga menargetkan Pemerintah Kabupaten TTS secara keseluruhan, termasuk Bupati, Wakil Bupati, dan Pimpinan serta Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) TTS, agar segera mengambil tindakan. “Kami mengharapkan pihak pemerintah dan DPRD TTS tidak tinggal diam. Segera panggil Kepala Desa Spaha untuk melakukan klarifikasi dan mempertangungjawabkan semua kerusakan yang ditimbulkan, termasuk pengembalian dana yang tidak digunakan dengan benar,” tegasnya.

Ancaman konsolidasi juga dilontarkan oleh Asten Bait jika Pemerintah TTS tidak menangani masalah ini secara serius. “Jika bupati dan pemerintah daerah mendiamkan hal ini, kami akan menduga bahwa mereka sengaja melindungi oknum kepala desa tersebut. Dalam hal itu, kami akan melakukan konsolidasi dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk warga Desa Spaha, untuk menuntut keadilan dan memastikan tindakan hukum terhadap pelaku,” tegas Asten.

Hingga saat ini, pihak Pemerintah Kabupaten TTS dan Kepala Desa Spaha belum memberikan tanggapan resmi. Warga Desa Spaha sendiri menyampaikan harapan agar masalah ini segera diselesaikan agar dana desa yang berharga tidak terbuang sia-sia dan fasilitas publik yang dibutuhkan dapat terwujud dengan baik.