BUMI MENGGIGIL, PERUT MENANGIS

file 00000000a97881fa82286256a521818f

Getaran bumi telah reda,

namun lapar masih mengetuk pintu-pintu pengungsian.

Luka mungkin tak terlihat,

tetapi rasa lapar

menusuk lebih dalam dan lebih lama.

 

Dengarlah suara mereka,

wahai saudara yang berada jauh.

Hari ini mungkin mereka yang kehilangan rumah,

esok bisa saja kita yang membutuhkan uluran tangan.

 

Bumi boleh mengguncang,

rumah boleh runtuh,

tetapi kemanusiaan jangan sampai ikut roboh.

 

Sembako bukan sekadar beras di dalam karung,

bukan sekadar minyak dalam botol,

bukan sekadar makanan di atas meja.

 

Di tangan mereka yang sedang berduka,

sebungkus beras adalah napas.

Setetes minyak adalah harapan.

Sepiring nasi adalah kekuatan

untuk melewati satu hari lagi.

 

Maka, ulurkanlah tangan.

Berbagilah selagi masih mampu.

Jangan biarkan mereka berjuang sendirian

di antara puing-puing kehidupan

dan perut yang kosong.

 

Sebab pada akhirnya,

yang paling dibutuhkan manusia

bukan hanya tempat untuk berteduh,

tetapi keyakinan

bahwa di tengah bencana dan kehilangan,

masih ada sesama yang peduli.



Exit mobile version