Loyalitas yang dimaksud bukan sekadar ketaatan formal, melainkan komitmen moral dan etika untuk menjalankan visi dan misi pembangunan daerah secara sungguh-sungguh, tanpa kepentingan pribadi maupun kelompok, serta tanpa kompromi terhadap prinsip integritas.
Bupati juga menekankan bahwa seorang Camat harus menjadi pemimpin yang bekerja dengan hati, berpikir strategis, dan bersikap tegas. “Sauda harus hadir untuk melayani, bukan dilayani. Saudara harus mampu membangun suasana kerja yang kondusif, mengakomodasi berbagai kepentingan masyarakat, serta mengambil keputusan dengan cepat dan tepat,” ujarnya.
Dalam menjalankan tugas, Camat tidak dapat bekerja sendiri. Bupati menekankan pentingnya kolaborasi dan koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari Forkopimcam, Kepala Desa, BPD, tokoh agama, tokoh adat, hingga organisasi kemasyarakatan.
“Pembangunan kecamatan harus bergerak dalam satu kesatuan langkah yang harmonis. Tanpa kolaborasi, tidak ada program yang akan berjalan optimal. Tidak boleh ada ego sektoral. Semua harus menyatu dalam ‘Satu Gerak, Satu Tujuan’,” tambahnya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












