Kupang– Cuaca ekstrem melanda hampir seluruh wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Pemerintah daerah harus waspada dan siap dalam menangani bencana seperti banjir dan tanah longsor. Hal ini disampaikan oleh Pj Gubernur NTT, Andriko Noto Susanto dalam kofrensi pers bersana BPBD dan BMKG yang berlangsumg di Lantai Satu Kantor Gubernur pada, Kamis 30 Januari 2025.
Turut dihadiri oleh Konferensi pers ini juga dihadiri oleh Arief Tyastama, S.Si.,M.Si Kepala Stasiun Geofisika Kelas I Kupang sekaligus sebagai Koordinator BMKG NTT, Sti Nenot’ek, S.Si.,M.Si Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II El Tari Kupang, Rahmatullah Adji, SP Kepala Stasiun Klimatologi kelas II NTT, Yandri A. Tungga, S.Tr Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Kelas IV Tenau Kupang dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Corenelis Wadu.
Menurut Pj. Gubernur Andriko Noto Susanto bahwa untuk mengatasi dampak bencana pemerintah daerah dan kota harus menyiapkan alat berat misalnya longsor yang sempat menutup jalan di Kecamatan Batu Putih, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS). Berkat kerja cepat tim Balai Jalan, akses Kupang–TTS telah kembali normal dalam waktu empat jam.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












