“Saya minta semua pihak tetap waspada, karena intensitas hujan tinggi baru mulai dan diperkirakan berlangsung hingga Februari bahkan April. Seluruh tim dari Balai Jalan, BPBD, dan instansi terkait harus siap siaga,” tegas Pj Gubernur.
Kepala BMKG Eltari Kupang, Sti Nenotek, mengonfirmasi bahwa wilayah NTT saat ini memasuki puncak musim hujan. Sejumlah fenomena atmosfer seperti La Nina lemah, sirkulasi siklonik, gelombang Kelvin, dan Madden-Julian Oscillation (MJO) memperparah curah hujan di wilayah ini.
Bahkan, pada 27 Januari 2025, Kota Kupang mencatat curah hujan ekstrem hingga 155 mm, memicu banjir di beberapa titik. BMKG memprediksi cuaca ekstrem ini akan bertahan hingga 3 Februari 2025, dengan kemungkinan berlanjut hingga April.
“Kita harus waspada, karena dalam sejarah, siklon tropis seperti Seroja (2021) terjadi pada bulan April. Kami terus memantau kemungkinan munculnya bibit siklon di selatan NTT atau utara Australia, yang bisa berdampak pada cuaca ekstrem di wilayah ini,” jelas Sti Nenotek.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












