Keluhan warga, lanjutnya, tidak hanya berkaitan dengan pembangunan air bersih. Pekerjaan rabat jalan di Desa Bijaepunu juga disebut menjadi perhatian masyarakat.
Warga mengatakan, pekerjaan tersebut sebelumnya sempat dipertanyakan dalam kunjungan Komisi I DPRD TTS ke Desa Bijaepunu pada 27 April 2026.
Dalam kunjungan tersebut, menurut keterangan warga, Komisi I DPRD TTS mempertanyakan besaran anggaran pekerjaan rabat jalan kepada pemerintah desa.
Namun, warga mengklaim pemerintah desa maupun Ketua Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) saat itu tidak dapat memberikan jawaban terkait besaran anggaran yang dipertanyakan.
“Waktu Komisi I turun ke desa tanggal 27 April, Komisi I tanya desa tentang jumlah anggaran untuk proyek rabat, tetapi desa tidak tahu. Ketua TPK juga ditanya, tetapi tidak menjawab,” katanya.
Warga juga menyebut terdapat dua titik pekerjaan rabat jalan yang dinilai perlu diperiksa.
Salah satu titik, kata dia, baru beberapa bulan selesai dikerjakan namun mulai mengalami kerusakan.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












