Ia menegaskan bahwa kreativitas dalam ibadah memiliki nilai positif apabila digunakan secara tepat untuk membangun iman jemaat, memperkuat kebersamaan, serta menjangkau lebih banyak orang untuk mengenal kasih Tuhan.
Sebelum menutup khotbahnya, Pendeta Yosni menyampaikan terima kasih kepada seluruh jemaat yang telah berpartisipasi dengan penuh antusias hingga akhir kegiatan. Ia menjelaskan bahwa keterlibatan kaum bapak dan kaum ibu dalam seluruh rangkaian acara sengaja dirancang sebagai bentuk keteladanan bagi anak-anak dan generasi muda.
“Kita tidak hanya memberikan nasihat atau materi kepada generasi muda, tetapi juga harus memberikan contoh nyata dalam kehidupan dan pelayanan,” katanya.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan makan bersama seluruh jemaat. Berbagai makanan lokal yang sebelumnya diolah secara simbolis dalam ruang ibadah disajikan kepada seluruh peserta, antara lain ubi, pisang, pepaya, bose, nasi titi, kacang-kacangan, serta aneka sayuran lokal yang dibawa dan dipersiapkan oleh jemaat dari rumah masing-masing.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












