Lebih lanjut David juga menyampaikan bahwa di NTT sangat kaya bahasa, yang mana kita di pisahkan oleh lut dan daratan dan masing-masing daerah memiliki bahasa daerah dan dari bahasa orang mengenal dirinya dan dari bahasa yang di ucapkan maka orang akan tahu dari mana asal kita, dan di NTT yang kaya bahasa ini, perlahan-lahan penutur utamanya sudah habis dan mereka adalah orang-orang yang bisa berbahasa dawan.
karena itu kegiatan bimtek yang dilakukan oleh Balai bahasa profinsi NTT membantu dan bilang pada kita bahwa ada satu kekayaan yang kita miliki namanya bahasa yang mana perlu di lestarikan.
Ia juga menjelaskan bahwa selain kita berinteraksi lewat bahasa maka kita juga bisa membuat puisi dengan menggunakan bahasa dawan dan Pemda sangat responsif dan sangat baik untuk menaggapi hal ini melalui festifal yang sudah dilakukan.
Komitmen Balai bahasa NTT memiliki tiga poin yaitu
1. Bahasa Dawan (bahasa daerah) harus kita kuasai,
2. wajib berbahasa indonesia, karena bahasa indonesia yang bisa mempersatukan daerah lewat komonikasi.
3. berbahasa ingngis karena dengan kita berbahasa inggris maka kita dapat dipersatukan dan berkomonikasi dengan negara lain.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












