Gaji mereka mungkin naik tipis atau bahkan tidak mengalami kenaikan sama sekali, sementara biaya hidup terus berlari kencang. Kenaikan harga beras yang tak kunjung turun ke level normal, biaya pendidikan anak yang melonjak, hingga dampak kebijakan PPN 12% yang menaikkan harga barang sekunder, secara kolektif menggerogoti sisa pendapatan mereka. Akibatnya, mereka terpaksa berhenti berbelanja barang non-pokok. Mereka memilih untuk menunda pembelian baju baru, menunda penggantian kendaraan, hingga mengurangi intensitas konsumsi di luar rumah. Ketika kelas menengah mulai menahan uangnya, roda ekonomi di sektor ritel pun melambat sehingga menciptakan efek domino yang berbahaya bagi lapangan kerja.
Pemerintah Harus Berubah Haluan
Lantas, apa langkah konkret yang harus dilakukan pemerintah? Otoritas negara tidak bisa lagi berlindung di balik narasi bahwa inflasi masih terkendali. Inflasi statistik mungkin terlihat rendah, tetapi inflasi pada sektor pangan masih sangat mencekik keseharian masyarakat.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












