Langkah pertama yang harus diambil pemerintah saat ini adalah mengakui bahwa masalah ini bersifat struktural dan bukan sekadar gangguan musiman. Menjelang momen Ramadhan dan Lebaran 2026, pemerintah wajib melakukan intervensi pasar secara agresif. Bulog beserta Badan Pangan Nasional harus memastikan stok pangan membanjiri pasar guna mematikan celah bagi para spekulan. Jangan sampai rakyat menyambut bulan suci dengan kecemasan mendalam mengenai harga daging dan beras.
Kedua, pemerintah perlu merumuskan insentif khusus untuk kelas menengah yang selama ini menjadi penanggung beban ekonomi. Mereka memang tidak membutuhkan Bansos berupa sembako, namun mereka memerlukan pengurangan beban biaya hidup. Relaksasi pajak, perluasan subsidi transportasi publik, hingga penundaan berbagai pungutan baru merupakan bantuan nyata yang mereka harapkan. Jika pemerintah terus membebani kelas menengah dengan pungutan demi mengejar target penerimaan negara, hal itu sama saja dengan melemahkan motor penggerak ekonomi nasional.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












