Kondisi ini memunculkan pertanyaan yang lebih mendasar. Masalahnya bukan lagi apakah Indonesia tumbuh, melainkan mengapa pertumbuhan tersebut gagal mengubah kelas sosial-ekonomi bangsa ini secara nyata.
Di sinilah konsep Middle Income Trap atau jebakan pendapatan menengah menjadi relevan. Bukan sebagai istilah akademik yang jauh dari realitas, melainkan sebagai diagnosis atas pola pembangunan yang selama ini dijalani. Middle Income Trap menggambarkan situasi ketika sebuah negara berhasil keluar dari kemiskinan ekstrem, tetapi gagal melakukan transformasi struktural untuk menjadi negara maju. Negara tetap tumbuh, namun pertumbuhannya makin lambat, rapuh, dan tidak menghasilkan lonjakan kesejahteraan.
Ciri-ciri jebakan ini berulang di banyak negara. Produktivitas stagnan, upah naik tanpa peningkatan nilai tambah, daya saing industri melemah, dan struktur ekonomi bertumpu pada sektor-sektor yang mudah tumbuh tetapi sulit berkembang. Negara berada dalam posisi serba tanggung. Terlalu mahal untuk bersaing dengan negara miskin, namun terlalu lemah untuk menantang negara maju.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
