Inspiratif! Mantan Preman Asal Kuanfatu Sukses Sekolahkan Anak ke Perguruan Tinggi dari Hasil Kebun Sirih

Avatar photo
Reporter : Marfin
IMG 20260616 193737

 

Sejak saat itu, ia memilih menekuni dunia pertanian sebagai jalan untuk memperbaiki kehidupan. Menurutnya, keberhasilan dalam bertani tidak harus diawali dengan pendidikan formal di bidang pertanian, melainkan dengan kemauan belajar, kerja keras, dan konsistensi.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

 

“Kita petani tidak harus sekolah atau kuliah pertanian. Yang penting ada niat dan kemauan untuk berusaha. Kalau kita tekun, pasti ada hasil yang memuaskan,” ujarnya.

 

Salah satu komoditas utama yang menjadi sumber penghasilan keluarganya adalah sirih. Saat ini, OB mengelola sekitar 700 pohon sirih yang menjadi penopang utama ekonomi keluarga. Meski sempat mengalami kerugian akibat hampir 200 pohon sirih mati, ia tidak menyerah dan terus membenahi kebunnya hingga kembali produktif.

 

“Memang sebelumnya hampir 200 pohon sirih mati, tetapi saya kembali membenahi kebun. Sekarang kondisinya sudah jauh lebih baik dan terus saya kembangkan,” katanya.

 

Usahanya pun membuahkan hasil yang menjanjikan. Dalam satu kali panen, ia mampu mengumpulkan sedikitnya 20 dos sirih ukuran kardus mi instan. Dengan harga jual yang saat ini mencapai sekitar Rp500 ribu per dos, pendapatan yang diperoleh dapat mencapai puluhan juta rupiah ketika harga pasar sedang baik.