“Kalau harga bagus, hasil penjualan bisa mencapai sekitar Rp20 juta lebih dalam satu kali panen,” jelasnya.
Tidak hanya mengandalkan sirih, OB juga mengembangkan berbagai tanaman lainnya seperti cabai, pare, kangkung, sawi putih, kacang panjang, serta lada. Menurutnya, wilayah Kuanfatu memiliki potensi pertanian yang luar biasa karena didukung oleh kondisi tanah yang subur.
“Kuanfatu ini salah satu daerah yang sangat subur di Kabupaten TTS. Banyak jenis tanaman bisa tumbuh dengan baik di sini. Selain sirih, komoditas seperti lada dan pala juga sangat berpotensi untuk dikembangkan,” tuturnya.
Bagi OB, kebun bukan sekadar lahan pertanian, melainkan aset berharga yang mampu memberikan kehidupan yang layak bagi keluarga. Ia percaya bahwa siapa pun bisa berhasil jika mau bekerja keras dan tidak gengsi menjadi petani.
“Kebun itu mesin uang. Yang penting kita rajin bekerja. Tidak harus menjadi pegawai untuk bisa hidup layak. Dari kebun saja kita bisa memenuhi kebutuhan keluarga dan menyekolahkan anak,” tegasnya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












