Jerih payahnya kini mulai membuahkan hasil yang membanggakan. Anak pertamanya saat ini sedang menempuh pendidikan di salah satu perguruan tinggi di Kota Kupang dan telah memasuki semester lima. Untuk memenuhi kebutuhan kuliah, OB rutin mengirim biaya sekitar Rp300 ribu setiap minggu dari hasil pertanian yang dikelolanya.
“Sekarang anak saya yang pertama kuliah di Kupang dan sudah semester lima. Semua biaya berasal dari hasil pertanian yang saya usahakan sendiri,” ungkapnya.
Selain anak pertama yang sedang kuliah, anak keduanya kini duduk di bangku SMA kelas XI, sementara anak ketiganya masih menempuh pendidikan di tingkat yang lebih rendah. Ia berharap seluruh anaknya dapat memperoleh pendidikan yang lebih baik dan memiliki masa depan yang cerah.
OB menegaskan bahwa keberhasilannya membiayai pendidikan anak-anak bukan berasal dari bantuan pihak lain, melainkan murni hasil kerja keras dan ketekunannya dalam bertani.
“Ini murni hasil kerja keras saya sendiri, bukan karena bantuan pemerintah atau siapa pun. Intinya, kalau kita punya niat untuk berusaha dan tidak mudah menyerah, pasti bisa sukses,” tegasnya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












