Sersius Baun juga mengatakan bahwa karena status jalan ini merupakan jalan provinsi yaitu Pope-Noemuke sehingga kegiatan penanganan sementara ini dilakukan secara swadaya dari masyarakat setempat.
“Kejadian ini terjadi pada hari Senin 27 Januari dan sudah saya sampaikan kepada pemerintah Kabupaten TTS dalam hal ini PLT Bupati, bapak Drs. Seperius E.Sipa,M.Si dan beliau juga sudah merespon tapi karena saat ini masih fokus di beberapa daerah yang berdampak banjir dan longsor. Beliau bersama instansi terkait akan secepatnya memantau di lokasi ini untuk dikerjakan secara parmanen”, ungkap Sersius.
“Sementara ini yang bisa kami lakukan hanya penanganan darurat yaitu dua batang kayu milik masyarakat setempat disensor menjadi 7 lembar papan dengan panjang 4 meter dan tebalnya 4 CM, dan papan-papan tersebut di bentangkan sebagai jembatan untuk menghubungkan dua sisi jalan yang putus”, ujarnya.
“Penanganan darurat ini hanya bisa dilewati oleh kendaraan beroda 2, sedangkan untuk kendaraan beroda 4 sementara tidak diperbolehkan untuk melintasi jembatan darurat yang baru dikerjakan. Untuk penanganan secara permanen rencananya akan dilakukan setelah ada pantauan dari pemerintah kabupaten atau instansi terkait ke lokasi bencana”, jelasnya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












