Yamres Olla Sekretaris Kelompok Adika menyampaikan bahwa dari tebas bakar menuju kebun berkelanjutan katanya bahwa transformasi kelompok Adika dahulu, sebelum Kelompok Adika terbentuk, kami bertani dengan cara yang sangat sederhana namun berisiko. Kami terbiasa dengan metode tebas bakar dan sistem lahan berpindah. Selain merusak lingkungan, cara ini membuat hasil panen kami tidak menentu dan masa depan ekonomi keluarga tidak terjamin.
Keadaan berubah saat kami diperkenalkan pada Program Pembangunan Desa Terpadu yang didampingi oleh Yayasan Mitra Tani Mandiri. Dengan menerapkan metode Asset Based Community Development, kami diajak untuk mengenali dan memaksimalkan aset yang kami miliki: tanah, air, dan kemauan untuk belajar.
Langkah Perubahan yang Kami Lakukan adalah penataan kebun & Demplot. Kami tidak lagi asal menanam. Kebun ditata dengan rapi, dan kami membuat lahan percontohan (demplot) untuk mempelajari teknik pertanian yang lebih efektif.
Diversifikasi Tanaman, Kami mulai mengembangkan tanaman hortikultura untuk memenuhi kebutuhan harian dan jangka pendek.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












