Kelompok Usaha di desa Tune disulap oleh YMTM dan Caritas Australia Menjadi petani dan pengusaha sukses.

Avatar photo
IMG 20260228 WA0018

 

Yamres Olla Sekretaris Kelompok Adika menyampaikan bahwa dari tebas bakar menuju kebun berkelanjutan katanya bahwa transformasi kelompok Adika dahulu, sebelum Kelompok Adika terbentuk, kami bertani dengan cara yang sangat sederhana namun berisiko. Kami terbiasa dengan metode tebas bakar dan sistem lahan berpindah. Selain merusak lingkungan, cara ini membuat hasil panen kami tidak menentu dan masa depan ekonomi keluarga tidak terjamin.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Keadaan berubah saat kami diperkenalkan pada Program Pembangunan Desa Terpadu yang didampingi oleh Yayasan Mitra Tani Mandiri. Dengan menerapkan metode Asset Based Community Development, kami diajak untuk mengenali dan memaksimalkan aset yang kami miliki: tanah, air, dan kemauan untuk belajar.

Langkah Perubahan yang Kami Lakukan adalah penataan kebun & Demplot. Kami tidak lagi asal menanam. Kebun ditata dengan rapi, dan kami membuat lahan percontohan (demplot) untuk mempelajari teknik pertanian yang lebih efektif.

Diversifikasi Tanaman, Kami mulai mengembangkan tanaman hortikultura untuk memenuhi kebutuhan harian dan jangka pendek.