Kinerja dan Intermediasi Sektor Jasa Keuangan Terjaga Mendukung Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi

IMG 20260907 WA0508 1

Profil risiko Perusahaan Pembiayaan (PP) terjaga dengan rasio Non-Performing  Financing (NPF) gross tercatat sebesar 3,03 persen (Juni 2026: 3,01 persen) dan NPF net sebesar 0,81 persen (Juni 2026: 0,81 persen). Gearing ratio PP tercatat sebesar 2,10 kali (Juni 2026: 2,14 kali) dan berada di bawah batas maksimum sebesar 10 kali.

Berdasarkan informasi pada SLIK, pembiayaan Buy Now Pay Later (BNPL) oleh  Perusahaan Pembiayaan tumbuh 54,65 persen yoy (Juni 2026: 57,02 persen yoy),  atau menjadi Rp13,62 triliun dengan NPF gross turun ke 3,03 persen (Juni 2026: 3,09 persen). Pembiayaan modal ventura pada Juli 2026 terkontraksi 0,46 persen yoy (Juni 2026:  terkontraksi 0,48 persen yoy), dengan nilai pembiayaan tercatat sebesar Rp16,32 triliun.

Pada industri Pinjaman Daring (Pindar), outstanding pembiayaan pada Juli 2026  tumbuh 24,76 persen yoy (Juni 2026: 25,88 persen yoy), dengan nominal sebesar  Rp105,63 triliun. Tingkat risiko kredit macet secara agregat (TWP90) tercatat di posisi 4,32 persen (Juni 2026: 4,26 persen). Pada industri pergadaian, penyaluran pembiayaan pada Juli 2026 tumbuh sebesar  50,73 persen yoy (Juni 2026: 54,47 persen yoy) menjadi Rp160,78 triliun, dengan  pembiayaan terbesar disalurkan dalam bentuk produk Gadai, yaitu sebesar  Rp136,39 triliun atau 84,83 persen dari total pembiayaan.



Exit mobile version