Oleh: Justino Djogo M.A, MBA .
Sebulan sebelum Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC) perusahaan dagang Hindia Belanda bubar, Jenderal Napoleon naik menjadi Konsul Pertama Perancis. Setelah menobatkan dirinya sendiri menjadi Kaisar Napoleon di Bonaparte alias Napoleon I pada 1800. Ia membubarkan Republik Batavia lalu menggantinya menjadi Kerajaan Belanda. Sebagai raja pertama, Napoleon mengangkat adiknya, Louise Napoleon, sebagai Raja Belanda di bawah Kekaisaran Perancis.
Perancis merupakan musuh sejati Inggris. Secara tak terduga, Tanjung Harapan yang merupakan pelabuhan strategis Perancis di Afrika, jatuh ke tangan Inggris pada 1806. Artinya, Pulau Jawa kesayangan Belanda, berada dalam posisi terancam. Raja Louise kemudian mengirim jenderal kepercayaan Kaisar Napoleon yaitu Herman Willem Daendels ke Jawa (21 Oktober 1762 – 2 Mei 1818)
Tiba di Pulau Jawa, Daendels disambut oleh kenyataan miris. Kas keuangan dan administrasi Belanda kosong melompong, sebagai warisan manajemen VOC yang korup. Ditambah lagi dengan kenyataan: kekuatan pasukan Belanda di Jawa tidak lebih dari 2.000 orang, dengan kemampuan di bawah standar serta disiplin yang rendah. Padahal kekuatan laut Inggris sangat mumpuni, sehingga dapat mendarat di pelabuhan manapun sepanjang pantai utara Jawa.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












