Opini  

Kiprah Daendels: Pionir Infrastruktur dan Dinamika KKN di Nusantara

Avatar photo
IMG 20250330 204527

Pembangunan jalan tersebut tidaklah gratis, karena Daendels sudah menyiapkan upah untuk semua pekerja yang terlibat. Hasilnya, sepanjang jarak 1000 km itu, Daendels membangun 12 pesanggrahan, 126 stasiun untuk kereta, 51 stasiun untuk penggantian kuda-kuda pos. Jangan-jangan Daendels bisa disebut “Bapak Infrastruktur” juga?

Ketika Kepentingan Nasional Indonesia Mendapat Halangan

Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Sekali lagi, Saya tak bermaksud membandingkan sosok Presiden Prabowo dengan Daendels. Saya justru ingin menyoroti pihak-pihak yang merugikan kepentingan nasional Indonesia. Daendels menjadi contoh dalam tulisan ini, karena ia melakukan banyak program di Jawa dalam waktu pemerintahannya yang singkat, hanya tiga tahun (1809-1811), demi kepentingan nasional negaranya.

Jika dulu Daendels mengeksploitasi sumber daya alam Indonesia, demi kepentingan negaranya (Belanda di bawah Perancis). Sebaliknya dengan Presiden Prabowo yang bertekad mengamankan sumber daya alam Indonesia dari eksploitasi asing. Contohnya dengan kebijakan pembatasan ekspor nikel atas nama hilirisasi industri nikel, juga kebijakan moratorium izin tambang nikel baru.