Dalam memperkuat militer, Daendels membangun infrastruktur, mereformasi pasukan, memperbaiki persenjataan, dan menerapkan sistem administrasi yang lebih ketat. Sedangkan Presiden Prabowo, sejak mulai menjalankan roda pemerintahan melalui “retreat” anggota kabinetnya di Akademi Militer Magelang, langsung diteriaki “militerisasi” oleh kaum pembenci. Terlebih dengan disahkannya revisi UU TNI, yang disikapi salah kaprah oleh banyak pihak. Padahal, negara yang pertahanannya kuat bersama rakyat, maka negaranya selamat.
Penulis merupakan Direktur Eksekutif, Co-Founder Forum Dialog Nusantara, Kajian Politik dan Luar Negeri Balitbang DPP Partai Golkar
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












