Dalam penanganan praktek Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN) terutama korupsi, setiba di Jawa, Daendels langsung mengganti hampir seluruh pejabat tinggi yang dianggap korup. Beberapa pejabat yang terbukti korup, dihukum mati secara langsung. Daendels juga menghapus hak-hak istimewa pejabat VOC, karena hal ini juga pintu masuk korupsi.
Daendels menghapus praktik monopoli dagang pribadi pejabat Belanda, dan menghapus penguasaan tanah luas untuk kepentingan pribadi pejabat. Tak tanggung-tanggung, Daendels yang mantan lawyer, juga membatalkan kontrak dagang yang merugikan negara, terutama yang dibuat oleh pejabat korup demi keuntungan pribadi. Bisa terbayang, panjangnya antrian pejabat korup yang dendam pada Daendels?
Memperkuat militer Belanda di Jawa, Daendels menciptakan “grand design”: pembangunan rantai unit pertahanan militer berupa jalan raya, untuk mensuplai personil dan logistik militer. Program strategis nasional Daendels itu, diawali dengan pembangunan kantor pos dan telegraf di sepanjang rute jalan yang Ia bangun. Jalan itu adalah Groote Postweg (Jalan Raya Pos) sepanjang sekitar 1.000 km, dari Anyer (Jawa Barat) ke Panarukan (Jawa Timur). Kita terus menggunakan jalan yang kini kita kenal sebagai “Jalur Pantura” Anyer Panarukan, alias Jalan Raya Daendels. Pembangunan jalan tersebut seiring dengan pembentukan pasukan infanteri bermobilitas tinggi.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












