Menghasilkan Berita Berkualitas di Era Klik Bait

Avatar photo
Editor: Redaksi
IMG 20250421 WA0142
Wartawan senior Alexander Sudrajat (tengah) saat menyampaikan materi kepada peserta Program Journalism Fellowship, Photo dok: FlobamoraNews

“Kalau tidak minta izin itu tidak hanya merugikan nama baik dia sebagai reporter, bahkan image Jurnalisme online secara menyeluruh. Jadi berita yang dihasilkan di media itu haruslah berita yang sudah terverifikasi dan terkonfirmasi dengan benar” ujar Sudrajat.

Wawancara ataupun menelusuri lebih mendalam tentang sebuah informasi sekunder yang diperoleh wartawan dari media sosial dinilai penting guna membuka tabir maupun memperkaya sudut pandang pemberitaan. Setiawan Santana dalam bukunya yang berjudul Jurnalisme Investigasi menyebutkan akumulasi materi, yang telah ditelusuri, pada ujungnya, tertuju kepada sebuah konklusi fakta bahwa ada kenyataan yang salah yang terjadi di masyarakat.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Dengan kata lain, kumpulan data dan materi investigasi hanya sebuah bahan untuk sebuah fakta. Investigative journalism bukan hanya menyampaikan sebuah dugaan adanya sebuah persoalan pelanggaran, melainkan juga
merupakan kegiatan memproduksi pembuktian konklusif dan melaporkannya secara jelas dan simpel.

“Jadi sekali lagi, boleh kita mendapatkan informasi dari media sosial akan tetapi harus verifikasi, harus cover Both side” pesan mantan wartawan Tempo ini.