“Motif Loka adalah Harga Diri Kami,” Suara Pengrajin Tenun Ikat dari Pelosok TTS

IMG 20260917 WA0004

 

 

Marince tampak antusias ketika menjelaskan proses pembuatan motif Loka. Menurutnya, proses tersebut tidak sederhana dan membutuhkan ketelitian serta waktu yang cukup panjang.

 

Bahan yang digunakan dan proses pewarnaannya pun harus disesuaikan dengan karakter motif yang hendak dihasilkan.

 

“Warna motif Loka tidak sembarang. Motif dan warnanya harus dominan biru, sama dari generasi ke generasi. Beda dengan motif Sulam yang bahannya berupa benang pabrik. Motif Sulam itu dominan warna merah,” jelasnya.

 

Karena itu, pelatihan pewarnaan dan standardisasi warna alam dinilai penting bagi keberlanjutan kerajinan tenun ikat di Desa Obaki.

 

Selain meningkatkan pengetahuan pengrajin, pelatihan tersebut diharapkan dapat membantu menghasilkan warna yang lebih konsisten tanpa menghilangkan karakter tradisional tenun ikat Obaki.

 

 

Pameran hasil kerajinan tenun ikat kelompok ibu-ibu Desa Obaki mendapat perhatian dari sejumlah pejabat yang hadir dalam kegiatan tersebut.



Exit mobile version