Pusat pemerintahan awalnya ditetapkan di O’besi, yang kini dikenal dengan nama Embun Mollo. Controleur pertama yang bertugas di sana adalah Mr. Tellep. Bangunan yang dibangun pada masa itu antara lain tangsi polisi yang kini menjadi rumah tinggal Bapak Pieter Oematan, B.A., serta balai pengobatan sekaligus kantor pemerintahan dan rumah kediaman Controleur yang kini menjadi Puskesmas Kapan yang lama. Karena letak O’besi dianggap cukup jauh dari wilayah Kerajaan Amanuban dan Amanatun, maka di bawah pimpinan Controleur Mr. Tellep direncanakan pemindahan ibu kota ke Soe. Rencana ini mulai direalisasikan sejak tahun 1919, dan secara resmi Kota Soe diresmikan sebagai pusat pemerintahan Onderafdeling Zuid Midden Timor pada 1 September 1922, ditandai dengan penanaman pohon beringin yang kini berada di lingkungan Lapangan Voli SMA Efata Soe.
Dalam sambutan sekaligus pelepasan resmi kegiatan Napak Tilas, Bupati TTS Eduard Markus Lioe menyampaikan bahwa perjalanan hari ini bukan sekadar menempuh jarak fisik dari O’besi ke Soe, melainkan melintasi lorong waktu untuk merenungkan kembali peristiwa 104 tahun lalu, ketika cikal bakal Kabupaten TTS lahir dari perpindahan pusat pemerintahan dari O’besi ke Soe.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.


