Ketika Bidu Berpadu Dalam Bola

FlobamoraNews

BELU, Flobamora-news.com –       Di mana saja dan kapan saja, sepak bola selaku menarik dan memesona manusia. Bukan hanya karena sepak bola telah menjadi olahraga rakyat, tapi juga bola telah menjadi hiburan umat manusia, digemari pria dan wanita.

Dalam Bola, kita dapat melihat dan merasakan tragedi, komedi, ketabahan untuk menerima kekalahan, dan tepat serta keberanian untuk selalu bangkit meraih kemenangan.

Sepak Bola memang sangat kaya dengan berbagai aspek kehidupan. Tak heran jika sepak bola juga bisa menjadi sumber refleksi dan permenungan. Dikuras bagaimanapun sepak bola akan selalu meninggalkan wilayah yang tak akan habis ditimba. Sepak bola akhirnya menyisakan sebuah misteri yang tak mungkin dipahami. Mungkin itu sebabnya sepakbola mendekati sebentuk religiositas yang oleh sebagian orang dikritik sebagai menggantikan dan mengkhianati keagamaan.

Baca Juga :  Ini Juara Lomba Catur Antar Pegawai Korpri Tingkat Kabupaten Belu 2019

Tak lepas dari hal tersebut, masyarakat Malaka sendiri memiliki sebuah tarian lokal masyarakat Suku Tetum, yang disebut dengan nama Tari Bidu. Tarian ini bersifat hiburan sebagai tarian pergaulan muda-mudi.

Alur tarian bidu diawali dengan penari wanita tampil ke tengah arena dengan membawa Koba (tempat sirih). Mereka menunggu-nunggu kunjungan pacarnya. Dan para penari pria menyusul dan memerankan peran mereka sebagai tokoh pencari jodoh. Mereka menari sambil mengamat-amati gadis mana yang akan dijadikan pasangannya.

Tari Bidu ini sangat melekat di hati masyarakat Malaka sama halnya dengan sepak bola. Sepak Bola hanya menjadi hiburan semata, tapi juga telah menjadi jiwa bagi Masyarakat Malaka. Jangankan bermain, saat menonton pertandingan sepak bola, kaki dan tangan para penonton tak bisa diam dengan tenang seakan merekalah pemain yang berada di tengah lapangan.

Baca Juga :  Sambut HUT ke 74 TNI TA 2019, gelar Jalan sehat dan senam Zumba

Tak dapat dipungkiri, Sepak Bola seakan sudah mendarah-daging dalam diri masyarakat Malaka. Terbukti, ketika masih menjadi bagian dari Kabupaten Belu, hampir sebagian besar pemain Persab Belu yang berasal dari Malaka.

Tetap terhubung dengan kami:
Tulisan ini berasal dari redaksi