Kepala Desa Boentuka Apris Fuah kepada media ini bahwa keterlibatan kaum muda lintas agama adalah kunci keberlanjutan program ini. “Kami tidak hanya menanam pohon, tapi juga sedang menanam masa depan, dengan melibatkan Pemuda GMIT dan OMK, kita membangun rasa memiliki di antara generasi muda untuk menjaga sumber air dan melindungi tanah kita dari ancaman longsor,” ujarnya.
Lanjut kades Apris bahwa
Konservasi mata air dan mitigasi bencana tanah longsor serta
Penanaman pohon jenis Beringin, Mahoni, Bambu di sekitar area sumber air desa, guna menjaga debit air dan kualitas tanah.
Penanaman vegetasi berakar kuat di lereng-lereng dan zona merah rawan longsor yang tersebar di wilayah Desa Boentuka.
Moderasi beragama menjadi wadah silaturahmi antara pemuda GMIT dan pemuda katolik dalam kerja nyata membangun desa. Ujar kades Apris.
Perwakilan Pemuda GMIT Zion Boentuka Riki Tuke menyambut baik inisiatif ini dan menyebutnya sebagai bentuk pengabdian nyata kepada masyarakat desa Boentuka. Senada dengan hal tersebut, ketua OMK Kapela Fatumetan Alfredo Kefi juga menegaskan bahwa pemuda siap menjadi garda terdepan dalam merawat bibit-bibit yang telah ditanam agar tidak sekadar menjadi seremonial belaka.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












