Problematika Inbreeding pada Ternak Sapi di Pulau Timor dan Strategi Pemuliaan Berbasis Inseminasi Buatan

Reporter : MB Editor: Okber Bait
IMG 20260527 WA0011

Sebuah studi kasus yang sangat relevan dan mutakhir dilakukan oleh Priyanto dan rekan-rekannya (2020) yang mendokumentasikan kasus inbreeding pertama pada sapi Bali (Bos javanicus) berdasarkan data rekording dari tahun 2013 hingga 2018 di balai pembibitan Indonesia. Studi ini mengidentifikasi dua pedet inbred dengan identitas 0991 dan 0812 yang lahir dari perkawinan sedarah antara tetua paternal halfsib dengan identitas 0874 dan 0881, dengan koefisien inbreeding (Fx) pada kedua pedet tersebut sebesar 0,125. Satu pedet inbred dengan identitas 0812 dilaporkan mati satu hari setelah lahir, sementara performa lahir dan dewasa pada kedua pedet inbred tercatat lebih rendah dibandingkan tetua mereka. Para peneliti menyimpulkan bahwa tingkat inbreeding 12,5 persen pada sapi Bali memberikan efek negatif berupa performa rendah dan kasus kematian pedet. Studi ini menjadi bukti empiris yang kuat bahwa ancaman inbreeding pada populasi sapi Bali bukanlah sekadar kekhawatiran teoretis, melainkan realitas yang telah terjadi dan terdokumentasi secara ilmiah di institusi pembibitan resmi. Implikasinya sangat serius mengingat sapi Bali merupakan plasma nutfah unggulan Pulau Timor dan NTT secara keseluruhan, sehingga diperlukan tindakan pencegahan segera untuk menghindari meluasnya kasus serupa di tingkat peternakan rakyat. Dokumentasi kasus ini juga menegaskan pentingnya sistem pencatatan silsilah yang ketat bahkan di tingkat balai pembibitan, apalagi pada peternakan rakyat yang sama sekali tidak memiliki rekam jejak kekerabatan ternak.



Exit mobile version