Warga merasa curiga dan mempertanyakan alokasi dana sebesar 20 juta rupiah per rumah, dengan bahan bangunan senilai 17,5 juta rupiah, mengingat hasil pekerjaan yang jauh dari harapan. Mereka menduga adanya praktik penyimpangan atau penyelewengan dana dalam program ini.
“Kami meminta kepada pemerintah daerah dan pihak-pihak terkait untuk segera melakukan investigasi terhadap program BSPS di Desa Spaha. Kami ingin mengetahui kemana larinya dana bantuan tersebut, dan mengapa kualitas pekerjaan yang dihasilkan sangat buruk. Kami juga berharap agar bantuan ini dapat diberikan kepada warga yang benar-benar membutuhkan, bukan malah dimanfaatkan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab,” tegas Alexsander.
Warga Desa Spaha berharap agar pemerintah dapat bertindak cepat dan tegas dalam menindaklanjuti keluhan ini. Mereka berharap agar program BSPS dapat dilaksanakan secara transparan, akuntabel, dan tepat sasaran, sehingga dapat memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat yang membutuhkan.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












