Seluruh produk yang dipajang Dekranasda adalah hasil karya pengrajin lokal yang notebene adakah pengrajin dampingan Dekranasda baik itu penenun maupun pengrajin produk lainnya. Dekranasda kata Filomena, bekerjasama dengan penenun lokal yang mana Dekranasda menyediakan benang-benang berkualitas kepada para penenun untuk bisa menghasilkan suatu produk tenunan bermutu.
Setelah produk selesai dikerjakan, Dekranasda langsung mengambil produk tersebut dengan harga bervariasi dari penenun untuk dipasarkan di show room Dekranasda. Keuntungan yang diambil Dekranasda tidak lebih dari Rp. 50 ribu per produk khusus untuk tenunan. “Teknik pembayaran yang kita lakukan sekarang juga sudah ada kirish, tadi beberapa transaksi yang dilakukan oleh pembeli mereka pakai kirish” beber Filomena.
Dalam upaya memasarkan serta mempromosikan kekayaan Intelektual Nagekeo, Filomena mengatakan Dekranasda tidak hanya sebatas memajang produk tersebut secara offline akan tetapi secara online juga melalui online juga memanfaatkan jejaring media sosial Facebook, TikTok maupun Instagram agar lebih dikenal secara luas oleh masyarakat.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












