Nagekeo, Flobamoranews.com– Jauh sebelum adanya program bantuan air bersih dari Yayasan Plan Indonesia , warga Kampung Bo’arebhe di Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, mengaku sudah puluhan tahun mengkonsumsi air kali. Warga menyebut, untuk kebutuhan minum dan masak mereka mengambil air di Kali Aesesa dengan cara menggali sumur kecil menunggu hasil endapan.
Hal ini dilakukan lantaran tidak ada sumber mata air yang bisa dimanfaatkan oleh warga untuk kebutuhan hidup sehari-hari. Menurut warga pemanfaatan endapan air kali yang sudah tentu tidak dijamin kesehatannya ini dilakukan sudah sejak puluhan tahun silam.
“Sejak kami masih kecil ambil air di kali, satu rumah bawa memang dengan ember, jerigen kalau kami dulu pakai bambu, sampai di kali baru gali sumur kecil terus tunggu endap dulu terus bawa pulang ke rumah” ungkap Petronela Enga (76) saat diwawancarai tim komunikasi dan multimedia Plan Indonesia Minggu 19 Mei 2024 sore.
Ibu tujuh orang anak ini mengaku bahwa warga Bo’arebhe tidak punya pilihan lain selain mengkonsumsi air kali. Air hasil endapan itu dimanfaatkan khusus untuk kebutuhan minum dan masak dalam rumah. Sedangkan cuci dan mandi warga biasa langsung di kali Aesasa.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












