“kita mempunyai tanggung jawab yang besar untuk membina anak-anak yang diserahkan orang tua untuk mengikuti THS-THM. Bahkan ada orang tua yang menyerahkan tanggung jawab mereka kepada para senior untuk membina anak-anaknya”, ujar Wati.

Hal tersulit yang dialami THS-THM di awal perkembangannya saat itu adalah menghadapi tantangan yang datang dari luar, tapi tetap solid di internal organisasi. Para anggota THS-THM tetap bertekun, menjalankan kegiatan seperti biasa, ada masalah, tetap dikomunikasikan.
“Kita benar-benar menyerahkan semua aktivitas dan kegiatan kita pada Tuhan. Kita hanya berharap agar kita dapat dipakai untuk mewartakan kabar gembira”, tutur Wati Mali, salah satu senior pertama THS-THM Distrik Keuskupan Atambua.
Walau, THM-THM belum di terima oleh Mgr. Anton Pain Ratu, tapi THS-THM sudah hampir berada di semua paroki yang berada di Keuskupan Atambua. Hampir semua kegiatan di paroki-paroki, para pastor selalu mempercayakan kepada THS-THM.
Puncaknya, ketika perayaan misa pelantikan Uskup Mgr. Dominikus Saku, Pr menjadi Uskup Atambua yang baru pada tahun 2007 di lapangan Umum Atambua. Saat itu, THS-THM Distrik Keuskupan Atambua mendapatkan sebuah angin segar. saat acara pelantikan tersebut, THS-THM terlibat dalam semua seksi. THS-THM membereskan semua yang tak mampu diselesaikan oleh panitia pelantikan tersebut.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












