BELU, Flobamora-news.com – Gempa di Pulau Flores pada tahun 1992 menyisakan banyak korban pada saat itu. Namun, ternyata Gempa Flores itu pun menjadi tunas baru munculnya THS-THM Distrik Keuskupan Atambua.
Saat itu, banyak sekali terjadi kerusakan di Pulau Flores, tak terkecuali bangunan Seminari Tinggi Ledalero. Karena terjadi banyak kerusakan di Seminari Tinggi, akhirnya atas banyak pertimbangan, pada Bulan Februari 1993, para Frater diliburkan ke kampung halamannya sembari para pembina kembali merehab bangunan seminari yang sudah rusak berat.
Liburan itu dimanfaatkan secara baik oleh Fr. Leonardus Mali, Pr bersama beberapa teman-temannya (lihat ada sejarah yang ditulikan oleh kaka Wati). Fr. Leo pun mengajak saudara-saudarinya untuk ikut beerlatih THS-THM yang berada di Atambua.
Latihan pertama kali dibuat di halaman samping rumahnya pada tanggal 12 Februari 1993. Berdoa bersama, baca kitab suci, latihan fisik, sembari terus memperkenalkan THS-THM kepada saudara-saudarinya. Perguruan “aneh” yang diajarkann oleh Fr. Leo itu tenyata mendapat minat dari banyak orang. Mulai dari anak-anak sampai orang dewasa pun mulai tertarik dengan THS-THM.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












