Kendati demikian, lanjut Marianus, dinamika politik Nagekeo masih terus berjalan dalam satu dua pekan ke depan. Baik Hanura maupun Marianus secara pribadi belum final untuk bergandengan dengan siapa begitupun juga berkoalisi dengan partai mana.
“Kalau Komunikasi iya itu kan kerja-kerja politik, lobi-lobi politik sudah dijalankan, namun sampai sekarang belum final, jadi belum bisa kita sampaikan” tuturnya.
Dia secara pribadi juga menyampaikan bahwa politik Nagekeo tidak boleh terjebak dalam dikotomi wilayah, Utara-selatan-Timut maupun barat, semuanya satu Nagekeo dalam bingkai Too Jogho Waga sama.
Mantan Ketua PAC PDI, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur ini mengungkapkan, lebih dari sekedar perintah Partai, dirinya punya niat membangun Nagekeo memberikan diri untuk masyarakat selama lima tahun ke depan.
“Saya tidak pernah melihat daripada kekurangan ataupun kegagalan dari para pendahulu, kalau mau jujur siapapun pemimpin Daerah kalau mau maju tidak cukup hanya lima tahun” ungkap Dia.
Bagi Marianus, kondisi Nagekeo saat ini butuh pemimpin yang bisa bergerak lebih cepat, Nagekeo butuh perubahan yang selaras dengan perkembangan zaman. “Nagekeo butuh perubahan lebih cepat, sesuai perkembangan zaman” katanya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










