“Masa depan bangsa ada di tangan pemuda hari ini. Jika kita tidak berpikir untuk mengakses pendidikan, bagaimana kita bisa bersaing di masa depan? Anak desa tidak boleh kalah. Yang terpenting adalah memiliki tekad kuat, semangat perubahan, dan tahu siapa diri kita serta dari mana kita berasal,” tegasnya.
Usai memberikan motivasi, sang motivator juga meninjau kondisi SD Negeri Saijaob yang berada di lokasi berdekatan. Apa yang ditemukan sangat mengejutkan dan memilukan.
“Saya melihat kondisi sekolah yang sangat memperihatinkan. Gedung yang dibangun sejak tahun 2010 itu sudah rusak parah dan belum diperbaiki. Siswa bahkan masih belajar di ruangan dengan dinding darurat yang sangat tidak layak,” ungkapnya.
Tak hanya masalah fisik bangunan, pihak sekolah juga mengeluhkan kekurangan tenaga pengajar. Ironisnya, sekolah ini juga dinilai belum tersentuh oleh program strategis pemerintah pusat, yaitu Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Kekurangan guru ini juga terjadi di sekolah lain seperti SD Negeri Tuapukan di Desa Ekateta. Ini sangat memprihatinkan. Di satu sisi pemerintah punya program besar, tapi di lapangan masih banyak sekolah yang terabaikan,” tambahnya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












