Strategi Penagananan Gizi Buruk Terintegrasi (PGBT) di Provinsi NTT Kerja Sama UNICEF

20190416 155852

Strategi:
• Memastikan Dinas Kesehatan Kabupaten terpilih, Puskesmas dan jejaringnya memiliki Obat Gizi, Papan Ukur tinggi, Timbagan Pegas, Pita Lingkar Lengan Atas ( LiLA) dan job aid PGBT sehingga dapat memberikan layanan PGBT.
• Memperkuat kapasitas Dinas kesehatan dan Tenaga Kesehatan kesehatan di Kabupaten terpilih untuk memberikan layanan PGBT yang berkualitas
Output 1.3: Dinas Kesehatan Provinsi melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Terpilih bekerjasama dengan lintas sector (DMPMD, TPKK, Bappeda, BKP, Dinas Pertanian dan Perikanan) terus melakukan mobilisasi masyarakat untuk menemukan kasus aktif, rujukan dan tindak lanjut kasus Gizi Buruk dan penyediaan informasi dan konseling tentang PMBA dan Gizi ibu untuk pengasuh

Strategi:
• Memberikan dukungan teknis kepada Puskesmas/Pustu untuk meninjau dan memperkuat strategi mobilisasi / sensitisasi masyarakat.
• Bekerjasama dengan DPMPD, Bappeda dan TP PKK melakukan pelatihan bagi penyedia layanan kesehatan dan pekerja berbasis masyarakat (kader), Guru PAUD untuk memobilisasi masyarakat, menyaring anak-anak untuk kekurangan gizi akut, dan memberikan informasi dan konseling tentang gizi ibu dan PMBA.
• Mendukung Dinkes untuk memantau dan mengawasi kegiatan mobilisasi masyarakat.
Hasil sementara yang dicapai Akhir February 2019
o 95 Tenaga Kesehatan (Dokter, Perawat, Bidan, Ahlis Gizi), PKK dan Staf Dinkes dari 4 Kabupaten di 4 Kabupaten (Kupang, TTS, Sikka dan Kota Kupang ) mendapatkan pelatihan tentang PGBT dan mereka telah memiliki pengetahuan dan kapasitas dalam menagani anak gizi buruk tanpa komplikasi;
o Pengadaan 10 unit alat ukur tinggi dan panjang badan, 10 unit timbangan pegas sebagai alat bantu pelatihan dan selanjutnya di berikan kepada setiap Dinas;
o Pengadaan Pita LiLA dan di bagikan kepada 4 Dinas Kesehatan
o 205 Pasien penderita gizi buruk telah dan sementara menjalani perawatan rawat jalan per akhir Februari 2019 di Kabupaten Kupang, Kabupaten TTS, Kabupaten Sikka dan Kota Kupang
o Pelacakan untuk penemuan kasus gizi buruk sedini mungkin telah mulai dilaksanakan di beberapay Posyandu, dimana Kader Posyandu dan PKK Desa telah di latih cara mengukur lingkar lengan atas (LiLA) dengan mengunakan Pita LiLA.
o Sosialisasi kepada desa, camat dan lintas sector sudah mulai di beberapa desa dan akan terus dilakukan.
o Dinas Kesehatan Kab TTS telah mengalokasikan anggaran untuk memprluas layanan PGBT ke 5 Puskesmas dan juga memfasilitasi rapat lintas sector tentang PGBT. Dinkes TTS telah berkomitmen untuk memperluas layanan PGBT ke 15 Puskesmas yang belum melaksanakan PGBT dengan target pada akhir 2019, semau 36 Puskesmas di Kabupaten TTS telah menyediakan layanan PGBT.
o Kota Kupang telah mengalokasikan anggaran untuk perluasan PGBT di 5 Puskesmas yang belum menyediakan layanan PGBT dengan target pada akhir 2019 semua 11 Puskesmas yang berada di Kota Kupang telah menyediakan layanan PGBT.
o Kabupaten Kupang dan Kabupten TTS sementara dalam persiapan pembuatan roadmap dengan dukungan teknis dari UNICEF.
Road Map pelaksanaan PGBT di Provinsi NTT 2019 .



Exit mobile version