TOKOH NASIONAL ASAL NTT SERUHKAN GERAKAN “AYAH DAN IBU ANGKAT” UNTUK SELAMATKAN GENERASI MUDA TIMUR INDONESIA

Avatar photo
1006053990

 

– Dukungan biaya sekolah dan kebutuhan pendidikan

Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

– Pendampingan moral dan dukungan psikologis

– Bantuan kebutuhan dasar sehari-hari

– Pembukaan akses terhadap peluang kerja dan masa depan

 

“Bayangkan jika satu keluarga di Jawa, Sumatera, Kalimantan, atau Sulawesi mengangkat satu anak dari NTT — berapa ribu masa depan yang bisa kita selamatkan bersama,” ujarnya dengan penuh harapan.

 

Menurut Erles, persoalan utama di NTT bukan terletak pada kemampuan anak-anak daerah tersebut, melainkan pada kesempatan yang belum merata. Ia menyebutkan masih banyak anak-anak di pelosok NTT yang harus berjalan jauh hingga puluhan kilometer untuk bersekolah, menghadapi kekurangan gizi kronis, bahkan terpaksa putus sekolah akibat keterbatasan ekonomi keluarga.

 

“Kita sering membicarakan visi Indonesia Emas 2045, tetapi bagaimana mungkin kita mencapainya jika anak-anak di NTT masih tertinggal jauh dari akses layanan dasar yang menjadi hak mereka?” tandasnya.

 

Ajakan ini semakin menguat setelah muncul kabar memilukan dari Kabupaten Ngada, NTT, di mana seorang siswa sekolah dasar berusia 10 tahun ditemukan meninggal dunia dalam situasi yang diduga berkaitan erat dengan tekanan hidup dan kondisi ekonomi yang sangat terbatas. Anak tersebut diketahui hidup bersama neneknya dalam kondisi sangat sederhana di sebuah pondok kecil di tengah kebun terpencil.