Kolbano, TTS, Flobamora-News.Com || Sabtu 22 November 2025 – Sebuah ironi menghantui Desa Spaha, Kecamatan Kolbano, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS). Di tengah keberhasilan menyelesaikan proyek rabat beton yang diharapkan dapat meningkatkan aksesibilitas pertanian warga, para anggota Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) justru merasa terabaikan. Pasalnya, upah atas jerih payah mereka tak kunjung dibayarkan, meski pekerjaan telah rampung sejak lima bulan lalu.
Proyek rabat beton sepanjang 2 kilometer ini membentang di Dusun Satu dan Dusun Dua Desa Spaha. Dengan semangat gotong royong, sembilan anggota TPK bahu-membahu menyelesaikan pekerjaan tersebut. Mereka dijanjikan upah sebesar Rp 9 juta per orang sebagai kompensasi atas waktu dan tenaga yang telah dicurahkan. Namun, harapan mereka pupus seiring berjalannya waktu.
Simon Taneo, salah seorang anggota TPK yang juga merupakan tokoh masyarakat setempat, mengungkapkan kekecewaannya kepada awak media. “Kami sudah menyelesaikan pekerjaan jalan tani rabat beton ini dengan sebaik-baiknya. Awalnya, kami sangat antusias karena proyek ini sangat penting bagi kemajuan desa kami. Namun, setelah pekerjaan selesai, kami merasa seperti diabaikan. Upah yang dijanjikan tak kunjung kami terima,” ujarnya dengan nada prihatin.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












