“Kegiatan seperti ini menunjukkan bahwa pembangunan pertanian tidak bisa dilakukan sendiri. Dibutuhkan sinergi antara pemerintah, lembaga mitra, dunia usaha, dan masyarakat agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas,” katanya.
Konay menjelaskan, Kabupaten Timor Tengah Selatan telah memiliki pengalaman dalam pengembangan hortikultura berbasis GAP yang memberikan dampak positif terhadap peningkatan pendapatan dan ekonomi rumah tangga petani.
Keberhasilan tersebut, kata dia, merupakan hasil kerja sama antara petani, penyuluh pertanian, pemerintah daerah, lembaga mitra, dan berbagai pihak yang terus berinovasi dalam pengembangan sektor pertanian.
Selama kunjungan berlangsung, para peserta akan memperoleh pembelajaran praktis mulai dari desain lahan, pemilihan benih unggul, pemupukan berimbang, pengendalian hama dan penyakit tanaman, hingga strategi pemasaran hasil pertanian.
Selain itu, peserta juga akan mempelajari pola kemitraan yang telah berkembang di TTS serta membangun jejaring dengan pelaku pasar, lembaga keuangan, dan berbagai institusi pendukung lainnya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












