Yusinta juga mengajak masyarakat internasional untuk datang langsung ke NTT guna melihat beragam motif dan warna tenun yang dibuat dengan penuh ketelitian dan diwariskan secara turun-temurun oleh para penenun lokal.
Menurutnya, tenun bukan sekadar kain tradisional, melainkan identitas budaya yang memiliki nilai seni tinggi dan layak dikenal oleh masyarakat dunia.
Ia berharap semakin banyak orang mengenal tenun khas Timor sehingga para penenun lokal dapat memperoleh manfaat ekonomi yang lebih besar sekaligus menjaga kelestarian warisan budaya daerah.
“Semoga tenun dari kampung halaman kita semakin dikenal di berbagai negara, para penenun semakin maju, dan budaya NTT menjadi kebanggaan di mata dunia,” tutup Yusinta.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












