150 Penari Likurai Akan Tampil di Istana Negara pada HUT RI ke-74

Avatar photo
images 7

Untuk merayakan kemenangan tersebut, biasanya ditampilkan Tari Likurai sebagai tarian penyambutan. Tarian ini merupakan ungkapan rasa syukur dan kegembiraan masyarakat akan kemenangan yang mereka dapatkan dan kembalinya pahlawan dengan selamat. Namun setelah era kemerdekaan, tradisi penggal kepala tersebut dihapuskan. Walaupun begitu, Tari Likurai ini masih dipertahankan oleh masyarakat Belu dan masih sering ditampilkan untuk upacara adat, penyambutan tamu penting, bahkan pertunjukan seni dan budaya.

Pada saat ini Tari Likurai lebih difungsikan sebagai tarian penyambutan para tamu penting yang datang ke sana. Tarian ini dilakukan sebagai wujud penghormatan masyarakat dalam menyambut kedatangan tamu tersebut. Selain itu tarian ini juga menggambarkan ungkapan rasa syukur dan gembira masyarakat dalam menyambut tamu mereka.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Dalam pertunjukannya Tari Likurai ditampilkan oleh para penari wanita dan penari pria. Jumlah penari biasanya terdiri dari 10 orang atau lebih penari wanita dan dua orang penari pria. Dalam Tari Likurai ini penari wanita menggunakan pakaian adat wanita dan membawa Tihar (kendang kecil)untuk menari. Sedangkan penari pria juga menggunakan pakaian adat pria dan membawa pedang sebagai atribut menarinya.