Menurutnya, turnamen seperti Oebobo Cup bukan semata-mata tentang perebutan gelar juara, tetapi juga menjadi ruang membangun kebersamaan, menemukan bibit atlet serta memberikan kesempatan kepada generasi muda untuk berkembang.
Penutupan Oebobo Cup II turut disaksikan sejumlah pejabat, tokoh masyarakat dan undangan.
Mereka antara lain Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga TTS Wilgo Nenometa, Sekretaris PBVSI TTS, anggota DPRD TTS dari Partai Golkar Ruba Banunaek, Imanuel Bire, Yermias Kabnani, Yusuf Nikolas Soru selaku Ketua DPC PDI Perjuangan TTS, Camat Batu Putih beserta jajaran, Camat Amanuban Selatan, Ketua Klasis Soe, Kapolsek Batu Putih beserta jajaran, jajaran Kodim 1621/TTS, Kepala Desa Oebobo, tokoh adat, tokoh agama, masyarakat serta undangan lainnya.
Dengan berakhirnya laga final, BGTK NTT resmi menjadi juara pertama Oebobo Cup II Tahun 2026 setelah mengalahkan SCO A dengan skor 3-1.
Bagi masyarakat Desa Oebobo, pelaksanaan turnamen tersebut tidak hanya menjadi ajang kompetisi olahraga, tetapi juga menjadi bagian dari peringatan 57 tahun perjalanan desa sekaligus momentum mempererat kebersamaan masyarakat melalui olahraga.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












