SOE, Flobamora-News.Com – Dari sebuah desa di ujung bagian tengah wilayah selatan Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), suara para pengrajin tenun ikat perlahan mencari ruang untuk didengar.
Desa Obaki, Kecamatan Kokbaun, menjadi salah satu wilayah yang masih mempertahankan kerajinan tenun ikat secara turun-temurun. Di tangan kelompok ibu-ibu pengrajin, benang dan pewarna alam diolah menjadi lembaran kain dengan motif yang tidak sekadar memiliki nilai ekonomi, tetapi juga menyimpan identitas budaya masyarakat setempat.
Salah satu motif yang terus dipertahankan adalah motif Loka, yang oleh para pengrajin disebut sebagai motif asli Desa Obaki.
Kisah tersebut mengemuka dalam kegiatan Intervensi Desa Perangkat Daerah yang digelar di Kantor Desa Obaki, Kecamatan Kokbaun, Kabupaten TTS, Selasa (15/9/2026).
Kegiatan tersebut memuat sejumlah agenda, antara lain Sosialisasi Peraturan Daerah tentang Bantuan Hukum Nomor 1 Tahun 2025, Sosialisasi Prinsip Hak Asasi Manusia (HAM) bagi masyarakat, Pelatihan Pewarnaan dan Standardisasi Warna Alam Tenun Ikat, serta Lomba Hiburan Rakyat dan Fashion Show.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












