“Motif Loka adalah Harga Diri Kami,” Suara Pengrajin Tenun Ikat dari Pelosok TTS

Avatar photo
IMG 20260917 WA0004

 

 

Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Marince menegaskan, mempertahankan motif Loka merupakan bagian dari upaya menjaga identitas budaya Desa Obaki.

 

“Motif Loka itu adalah ciri budaya dan harga diri kami. Tetapi mau omong harga diri dan budaya bagaimana kalau orang lain tidak tahu. Kalau orang tahu, maka dia bisa beli kita punya sarung,” ujarnya.

 

Ia berharap pelatihan pewarnaan alam dan bantuan peralatan serta bahan tenun dari Pemerintah Provinsi NTT dapat menjadi awal terbukanya peluang baru bagi kelompok pengrajin di Desa Obaki.

 

Menurutnya, kemampuan memproduksi tenun sebenarnya sudah dimiliki masyarakat. Kendala terbesar justru bagaimana memperkenalkan dan memasarkan produk tersebut ke luar desa.

 

Marince mengaku belum mengetahui secara detail mengenai NTT Mart yang disebut sebagai salah satu tempat promosi produk lokal. Ia hanya mengetahui keberadaannya di Soe dan Kupang.

 

Persoalan jarak menjadi tantangan tersendiri bagi pengrajin Obaki.

 

“Kami justru lebih dekat ke Malaka. Kalau ada NTT Mart di Malaka, lebih baik kami jual kami punya hasil tenun ini di Malaka saja,” harapnya.