“Motif Loka adalah Harga Diri Kami,” Suara Pengrajin Tenun Ikat dari Pelosok TTS

Avatar photo
IMG 20260917 WA0004

 

Apresiasi disampaikan Asisten I Setda Provinsi NTT Alexon Lumba, Kepala Biro Hukum Setda Provinsi NTT Odermaks Sombu, SH, MA, MH, sejumlah pejabat Pemerintah Provinsi NTT, serta Wakil Bupati TTS Jhony Army Konay.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

 

Sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan kelompok tenun ikat Desa Obaki, Pemerintah Provinsi NTT menyerahkan bantuan berupa dua alat tenun tradisional, 23 buah benang tenun katun ukuran 32/2, 120 buah benang tenun klos ukuran 40/2, serta lima kilogram pewarna alam.

 

Asisten I Setda Provinsi NTT Alexon Lumba meminta masyarakat penerima bantuan agar menjaga dan memanfaatkan seluruh peralatan tersebut secara optimal.

 

“Bantuan tersebut bukan sekadar barang, melainkan instrumen untuk memperkuat pelayanan, meningkatkan produktivitas, dan menyalakan kemandirian ekonomi masyarakat,” katanya.

 

Bagi Marince dan para pengrajin lainnya, bantuan tersebut bukan sekadar tambahan alat produksi. Ada harapan lebih besar yang mereka titipkan: agar tenun ikat Obaki tidak berhenti sebagai warisan yang hanya digunakan dalam lingkup keluarga, tetapi mampu dikenal lebih luas, memiliki pasar, dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.